Jumat, 30 Mei 2014

SUNAT DAN PERAWATANYA

Tips Perawatan Pasca Khitan Konvensional

Beberapa hari lalu anak saya dikhitan dengan metode konvensional, yaitu luka bekas khitan dijahit. Setelah melalui beberapa browsing dan tanya sana-sini, berikut beberapa tips perawatan pasca khitannya, mulai  dari  selesai tindakan dari dokter khitan.

1. Setelah selesai dikhitan, pakaikan celana khitan, yang di bagian depannya ada "tempurung" sehingga luka khitan anak tidak bergesekan dengan pakaian. Setelah itu gunakan celana longgar atau kain sarung.

2. Akan diberikan beberapa obat dari dokter yaitu antibiotik, pereda nyeri, serta salep antibiotik dan antiseptik (povidone iodine). Segera minum obat pereda nyeri, untuk menggantikan efek anestesi yang perlahan-lahan berkurang. Antibiotik diberikan untuk mencegah infeksi pada luka, berikan antibiotik  sesuai jadwal. Povidone iodine berikan setiap kali setelah buang air kecil dan waktu mandi. Salep diberikan 2 - 3 kali sehari. Keduanya untuk mencegah infeksi.

3. Pada beberapa kasus, perban tidak perlu diganti, sehingga jika perban terlepas sendiri, tidak perlu dipakai lagi.

4. Selama 3-4 hari, usahakan agar luka khitan tidak terkena air. Untuk itu, mandi cukup dilakukan dengan dilap saja, dan setelah buang air kecil cukup dilap perlahan dengan tisu.

5. Pemberian povidone iodine lebih mudah jika dilakukan dengan "disiram" (tuangkan povidone iodine ke tutupnya, siramkan sedikit-sedikit ke luka khitan, atau gunakan pipet), karena tidak perlu menyentuh luka khitan. Pemberian salep dilakukan dengan cotton-buds, dengan mengusahakan agar luka hanya tersentuh oleh salep saja, tanpa tersentuh oleh cotton-buds-nya (mudah-mudahan bisa dipahami maksudnya, hehehe..). Namun, menurut dokter lebih baik diberikan dengan cotton buds, supaya lebih meresap ke dalam luka, dan luka khitan juga terbiasa untuk tersentuh/bergerak, dan anak makin terbiasa dengan rasa sakitnya. Atau bisa juga diberikan dengan kapas bulat, yang lebih lunak terasa di luka. Ini yang digunakan di rumah sakit waktu kontrol ke dokter.

6. Kabarnya, penyembuhan luka juga dapat dilakukan dengan minyak habbatussauda atau jeli gamat. Tetapi saya belum coba, saya akan coba bujuk anak saya. Mudah-mudahan berhasil ;-)

7. Terkadang terjadi luka pada bekas jahitan. Jika tidak terlalu besar dan darah tidak mengalir terus menerus, tidak apa-apa. Jika mengalir terus, segera cari pertolongan.

8. Zaman dahulu (sekarang juga masih ada cara ini), luka bekas khitan bahkan tidak dijahit, dan tidak diberikan obat apapun baik dari dalam maupun dari luar. Maka jika anak tidak mau atau rewel ketika diberi obat, tidak perlu  terlalu panik. Pada dasarnya obat yang diberikan adalah pencegahan. Tentunya lebih baik jika obat-obat tersebut dapat diberikan.

9. Agar luka cepat kering, sebaiknya sering diangin-anginkan. Celana khusus khitan sudah cukup baik, karena ada "ventilasi"-nya. Tetapi tetap lebih baik jika lebih sering terbuka, jadi anak cukup menggunakan sarung saja, agar luka cepat kering.

10. Biasakan anak untuk tetap bergerak normal, berjalan normal, agar luka cepat sembuh dan terbiasa dengan gerakan. Namun, jangan dulu bergerak ekstrim, seperti berlari-lari atau melompat-lompat.

11. Setelah 4 hari, luka sudah boleh terkena air, anak sudah boleh mandi. Coba untuk mengenakan kembali celana biasa, baik celana dalam maupun celana luar.

12. Kontrol ke dokter sesuai jadwal, biasanya 4 hari atau seminggu setelah khitan. Semoga hasilnya baik-baik saja :-)

Demikian sharing dari saya, semoga bermanfaat :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar